cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 19 September 2020

Mark Ruffalo Sempat Alami Neuroma Akustik, Membuat Separuh Wajahnya Lumpuh

Mark Ruffalo pun mengalami 6 bulan kelumpuhan.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Mark Ruffalo. (Instagram/@markruffalo)
Mark Ruffalo. (Instagram/@markruffalo)

Himedik.com - Mungkin banyak yang belum tahu, aktor Mark Ruffalo menerima diagnosis bahwa ia menderita neuroma akustik atau tumor otak jinak.

Dilansir dari Express, awalnya ia enggan memberitahu istrinya. Namun beberapa minggu setelah kelahiran putranya, ia membuka diri dan akhirnya menjalani operasi.

Untungnya, operasi itu berhasil dan dokter dapat mengangkat tumornya. Namun operasi itu sendiri, bagaimanapun, telah meninggalkan Mark dengan banyak efek samping.

Pemeran "Hulk" itu jadi kehilangan pendengaran di telinga kirinya dan satu sisi wajahnya menjadi lumpuh total.

Bahkan setelah tumor diangkat, kelumpuhan yang dihasilkan dari sisi kiri wajah Mark menyebabkan komplikasi bagi aktor.

Akhirnya aktor 52 tahun itu hanya tinggal di rumah mengasingkan diri, menolak kunjungan dari kolega dan teman.

Mark mengalami kesulitan menerima kenyataan bahwa ia tidak dapat bekerja. Ketika berbicara dengan Telegraph, Mark mengatakan bahwa setelah enam bulan lumpuh, kemungkinan mendapatkan kembali kendali motorik atas seluruh wajahnya akan jauh.

Mark Ruffalo. (Instagram/@markruffalo)
Mark Ruffalo. (Instagram/@markruffalo)

Namun, ia berhasil melewati rintangan dan setelah enam bulan lumpuh, Mark mampu melakukan gerakan yang sangat kecil. Menandakan awal dari pemulihan yang masih akan memakan waktu beberapa bulan lagi

The Mayo Clinic menjelaskan neuroma akustik adalah tumor yang tidak bersifat kanker dan biasanya tumbuh lambat. Ia berkembang pada saraf utama yang mengarah dari telinga bagian dalam ke otak Anda.

Cabang-cabang saraf ini secara langsung memengaruhi keseimbangan dan pendengaran Anda, dan tekanan dari neuroma akustik dapat menyebabkan gangguan pendengaran, berdering di telinga Anda dan kegoyahan.

Tanda dan gejalanya bisa termasuk gangguan pendengaran, dering di telinga, pusing dan mati rasa di wajah.

Dalam sebuah wawancara dengan Acoustic Neuroma Association mengenai pengalamannya sebelum dan setelah operasi, Mark mengatakan dia fokus pada mencoba menggerakkan otot-otot wajahnya selama sekitar satu jam setiap hari dan berjalan.

Dua hal ini membantu mempercepat pemulihannya dan mendapatkan kembali keseimbangannya.

Mark juga menjelaskan bahwa ia menjalani berbagai terapi untuk membantu meringankan kelumpuhan, termasuk akupuntur, terapi herbal, pijat, dan bentuk-bentuk pengobatan alternatif lainnya.

Terkait

Terkini