Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 06 Juli 2020

Benarkah Cairan Praejakulasi Tidak Bikin Hamil & Tularkan Penyakit Kelamin?

Cairan praejakulasi dan sperma berasal dari dua organ yang berbeda, tapi apakah cairan ini tetap tidak menyebabkan kehamilan dan menularkan penyakit?

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Manfaat sperma untuk kesehatan dan daya tahan tubuh (Pixabay/TBIT)
Manfaat sperma untuk kesehatan dan daya tahan tubuh (Pixabay/TBIT)

Himedik.com - Masih banyak orang yang bertanya apakah cairan praejakulasi atau precum dapat membuat perempuan hamil dan apakah bisa menularkan penyakit kelamin.

Sebenarnya, cairan praejakulasi berasal dari kelenjar cowper, kelenjar kecil yang terletak di dasar penis. Fungsi dari cairan ini adalah untuk melumaskan uretra, sehingga mempermudah sperma dialirkan keluar.

Sedangkan sperma diproduksi oleh testis.

Namun, menurut Hello Sehat, meski keduanya diproduksi di organ yang berbeda, bukan berarti cairan praejakualasi bebas dari sperma.

Berdasarkan penelitian yang melibatkan 27 orang, dilansir NCBI, ditemukan 10 orang di antaranya memiliki sperma dalam cairan praejakulasinya.

Sperma (Freepik)
Sperma (Freepik)

Sperma yang terkandung di dalam precum pun hanya sedikit, mengingat cairan ini hanya sekitar 4 ml.

Tapi, bukan berarti sedikitnya sperma ini tidak dapat membuat hamil.

"Cairan praejakulasi jika mengandung spermatozoa ada kemungkinan bisa membuat hamil jika konsenstrasi spermatozoanya cukup banyak," jelas Ketua Asosiasi Seksologi Indonesia Denpasar sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Univeristas Udayana, Bali, Made Oka Negara, Kamis (27/2/2020).

Tetapi kemungkinannya memang sangat kecil, tambahnya.

Cairan precum juga tidak menutup kemungkinan untuk tidak menularkan penyakit kelamin, salah satunya gonore yang menyerang uretra.

Kelenjar cowper, tempat diproduksinya cairan precum, sangat rentan terhadap infeksi bakteri yang membuat bakteri hidup dalam kelenjar tersebut dalam waktu lama.

HIV juga dapat menular melalui cairan praejakulasi, hal ini telah dibuktikan dalam sebuah penelitian. Inilah alasan pentingnya melakukan seks aman.

Terkait

Terkini