cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 19 September 2020

Pakai Masker saat Pandemi Corona Covid-19, Dokter Kulit Sarankan Hal Ini

Dokter kulit menyarankan bahan masker kain yang tepat agar tidak mengiritasi kulit sensitif selama pandemi corona Covid-19.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masker bedah. (Pixabay)
Ilustrasi masker bedah. (Pixabay)

Himedik.com - Para ahli kesehatan telah mengatakan bahwa masyarakat umum yang sehat tidak memerlukan masker medis sejak awal pandemi corona Covid-19.

Karena dilansir oleh The Sun, cara mencegah virus corona Covid-19 yang paling efekif adalah mencuci tangan pakai sabun dan air. Terlebih, masker medis seperti masker bedah dan masker N95 hanya diperuntukan petugas medis.

Cara ini juga salah satu langkah mencegah kelangkaan masker bedah dan masker N95 untuk tim medis. Karena, mereka adalah kelompok orang yang paling berisiko besar tertular virus corona Covid-19 ketika menangani pasien.

Karena hal itu, beberapa orang memilih untuk mengenakan masker kain atau masker DIY. Meskipun masker DIY atau buatan sendiri tidak bisa menawarkan perlindungan terhadap virus corona Covid-19.

Cara pembuatannya masker kain

Anda bisa menggunakan kain kaos sebagai masker harian. Caranya potong kain kaos dalam bentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 10 cm dan lebar 40 cm.

Ilustrasi masker. (Shutterstock)
Ilustrasi masker. (Shutterstock)

Setelah itu lipat kain menjadi dua bagian lalu jahit tepian masker. Selanjutnya, pasangkan atau jahitkan tali di kedua sisi kain yang bagian lebar. Tali ini berfungsi untuk dikaitkan ke kedua telinga.

Selain kain kaos, Anda juga bisa menggunakan kain katun dan menyertakan kain penyaring di antara lipatan kain ketika membuat masker DIY.

Panduan pemakaian masker

Saat ini masyarakat Inggris belum disarankan untuk memakai masker wajah untuk melindungi diri dari virus corona Covid-19. Kecuali, jika Anda merasa orang yang sedang sakit atau bekerja sebagai tim medis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga mengatakan pemakaian masker bedah hanya untuk mereka yang mengalami gejala virus corona Covid-19 dan orang yang merawat pasien.

Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)
Ilustrasi perempuan memakai masker. (Pixabay/Juraj Varga)

Pasien atau orang dengan gejala corona Covid-19 perlu memakai masker untuk mencegah mereka menularkan penyakitnya ke orang lain, melalui tetesan cairan tubuh saat bersin dan batuk.

Namun, WHO tetap menegaskan bahwa cuci tangan adalah langkah perlindungan diri yang paling efektif. Pemakaian masker medis hanya memberikan perlindungan tambahan.

Sementara itu, New York City justru menyarankan masyarakatkan selalu menggunakan masker ketika berpergian ke luar rumah. Bukan masker medis, mereka menyarankan orang yang sehat memakai masker kain DIY atau syal.

Sehingga masker medis bisa dialokasikan bagi petugas medis yang menangani dan berhadapan langssung dengan pasien virus corona Covid-19.

Terkait

Terkini