Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Kamis, 02 Juli 2020

Kondisi Langka! Dokter Temukan 3 Ginjal di Tubuh Seorang Pria

Padahal wajarnya manusia hanya memiliki sepasang ginjal.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ginjal.
Ilustrasi ginjal.

Himedik.com - Kondisi langka terjadi pada pria seorang asal Brazil. Jika umumnya manusia hanya memiliki sepasang ginjal di dalam tubuhnya, ia justru memiliki 3 buah ginjal.

Awalnya lelaki ini mengeluhkan nyeri punggung bawah yang cukup parah. Saat memeriksakan diri, dokter memutuskan untuk melakukan tindakan CT scan.

Hasilnya sangat mengejutkan dan tidak biasa. Walaupun mereka menemukan penyebab rasa sakit tersebut, yakni tonjolan di tulang punggung yang mencuat keluar atau herniated disc, mereka lebih terkejut bahwa lelaki tersebut memiliki tiga buah ginjal.

Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]
Ilustrasi ginjal dalam tubuh manusia. [shutterstock]

Dokter dari Hospital do Rim di Sao Paulo mengamati satu ginjal di sebelah kiri yang tamkpaknya normal dan dua ginjal yang saling berkaitan satu sama lain di bagian pelvis.

Kasus ini dituliskan dalam laporan yang dipublikasikan pada 7 Mei di The New England Journal of Medicine, demikian dilaporkan Fox News.

Adanya tiga ginjal termasuk dalam kondisi yang tidak umum, menurut laporan dari National Kidney Foundation. Penemuannya juga biasanya secara tidak sengaja karena biasanya jarang memunculkan gejala apapun.

Kondisi ini juga bisa tak diketahui sampai adanya tindakan pindaian yang disebabkan oleh alasan lain, seperti pada kasus lelaki Brazil ini.

Ureter (selang yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih) yang berasal dari ginjal kiri dan berada di pelvis bergabung dengan ureter yang berasal dari ginjal kiri lainnya. Kondisi itu berada tepat di atas pintu masuk menuju kandung kemih.

Ureter dari ginjal kanan yang berada di pelvis masuk ke kandung kemih dari sisi kanan.

Perkembangan 'supernumerary kidneys' dipercaya terjadi akibat proses abnormal saat pembentukan embrio ketika berada dalam kandungan.

Terkait

Terkini