Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 11 Juli 2020

Masa Isolasi akibat Covid-19 Picu Disfungsi Ereksi, Begini Pencegahannya!

Masa isolasi akibat virus corona Covid-19 bisa memicu disfungsi ereksi karena berbagai alasan.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi disfungsi ereksi - (Shutetrstock)
Ilustrasi disfungsi ereksi - (Shutetrstock)

Himedik.com - Masa isolasi mandiri akibat virus corona Covid-19 sempat dianggap memengaruhi kesehatan mental. Tapi, penelitian baru menunjukkan kondisi ini juga memicu banyak pria mengalami disfungsi ereksi karena gaya hidupnya selama di rumah aja.

Para ahli mengatakan peningkatan stres dan konsumsi alkohol selama berbulan-bulan ketika di rumah aja menjadi faktor utama penyebab disfungsi ereksi.

Menurut Superdrug Online Doctor, mengatakan permintaan untuk layanan disfungsi ereksi telah meningkat 13 persen pada Juni 2020 dibandingkan Mei 2020. Selain itu, banyak pula orang yang mencari infromasi tentang impotensi di internet.

"Masalah ereksi adalah hal biasa dan biasanya disebabkan oleh stres, kelelahan, kegelisahan atau minum terlalu banyak alkohol. Masa penguncian akibat Covid-19 membuat semua faktor risiko semakin buruk," kata Dr Zoe Williams, seorang dokter umum dan duta besar untuk Superdrug dikutip dari The Sun.

Dalam banyak kasus, disfungsi ereksi tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi, bila kondisi itu berlanjut, maka bisa disebabkan oleh masalah fisik atau psikologis.

Ilustrasi disfungsi ereksi (shutterstock)
Ilustrasi disfungsi ereksi (shutterstock)

Karena, disfungsi ereksi bisa menyebabkan masalah fisik atau emosional. Selain itu, tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi juga bisa menjadi faktor.

Bahkan beberapa kasus, ketidakseimbangan hormon juga termasuk penyebab disfungsi ereksi. Tetapi, ada perawatan untuk mengatasi disfungsi ereksi yang tergantung pada penyebabnya.

Beberapa penyebab disfungsi ereksi bisa diatasi dengan obat-obata. Namun, ada kondisi lain yang memerlukan perubahan gaya hidup.

1. Menurunkan berat badan

Pria yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit jantung, diabetes dan kolesterol tinggi. Semua kondisi itu bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Karena itu, menurunkan berat badan dan menjalani pola hidup sehat bisa membantu mencegah terjadinya disfungsi ereksi.

2. Berhenti merokok

Merokok tidak hanya buruk bagi paru-paru, tetapi juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi. Penelitian menunjukkan semakin sering pria merokok, maka semakin buruk kondisinya. Jadi, cobalah berhenti merokok untuk mencegah disfungsi ereksi

3. Mengubah pola diet

NHS mengatakan salah satu cara terbaik untuk mengatasi disfungsi ereksi adalah menjalani diet sehat. Konsumsi makanan bergizi seperti buah dan sayuran, gandum dan ikan bisa membantu mengatasi impotensi.

4. Latihan otot dasar panggul

Para ahli mengatakan otot dasar panggul yang kuat meningkatkan kekakuan saat ereksi. Dalam satu percobaan, laki-laki diminta untuk melakukan latihan kegel dua kali sehari dalam 3 bulan.

Kemudian, mereka disarankan untuk mengubah gaya hidupnya, seperti berhenti merokok, menurunkan berat badan dan membatasi minum alkohol lebih efektif daripada perubahan gaya hidup saja.

5. Mengurangi stres

Dalam beberapa kasus, disfungsi ereksi bisa disebabkan oleh masalah emosional. Misalnya, Anda mengalami ereksi di pagi hari, tapi tidak selama aktivitas seksual.

Sebenarnya kecemasan dan depresi bisa diatasi dengan konseling dan terapi perilaku kognitif (CBT). Seorang dokter uum mungkin juga akan merekomendasikan terapi seks, baik sendiri atau dalam kombinasi dengan psikoterapi lainnya.

Terkait

Terkini