cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Ejakulasi 21 Kali Bisa Turunkan Risiko Kanker Prostat, Kok Bisa?

Banyaknya frekuensi ejakulasi ternyata berhubungan dengan tingkat risiko seseorang menderita kanker prostat.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Mr P, ejakulasi - (Shutterstock)
Ilustrasi Mr P, ejakulasi - (Shutterstock)

Himedik.com - Kanker prostat adalah jenis kanker berbahaya yang menyerang pria akibat sejumlah faktor, salah satunya berhubungan dengan ejakulasi.

Ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan bisa mengurangi risiko seorang pria terkena kanker prostat secara signifikan.

Berdasarkan penelitian di Amerika Serikat, yang menanyakan kepada pria seberapa sering mereka berejakulasi per bulan dan selanjutnya melaporkan adanya kanker prostat.

Mereka menemukan bahwa yang berejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan lebih kecil kemungkinannya untuk menderita kanker prostat dibandingkan mereka yang ejakulasi 4 hingga 7 kali per bulan.

Namun dilansir dari NHS, tidak ada yang membuktikan bahwa ejakulasi lebih sering bisa mencegah kanker prostat. Tetapi, hal itu berkaitan dengan penurunan risiko kanker prostat.

Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)
Ilustrasi kanker (Pixabay/PDPics)

Berbagai faktor lain, seperti genetika, gaya hidup, jumlah anak, pola makan, sifat aktivitas seksual dan pendidikan berkontribusi terhadap risiko kanker prostat. Tapi, ahli tidak bisa menjelaskan dengan pasti faktor yang meningkatkan risiko tersebut.

Para peneliti menawarkan sejumlah hipotesis mengenai penyebab ejakulasi bisa membantu mengurangi risiko kanker prostat, seperti mengurangi stres atau menjaga metabolisme sel tetap teratur.

Terlepas dari sejumlah mitos yang terdengar buruk, umumnya masturbasi bukan hal yang berbahaya. Anda bisa melakukannya jika ingin menekan risiko kanker prostat.

Adapun tanda-tanda awal kanker prostat biasanya berupa masalah buang air kecil dan akan lebih sering jika semakin membesar. Karena itu, penting untuk memeriksakan gejalanya dengan dokter umum.

Terkait

Terkini