Kamis, 27 Februari 2020

Demi Lovato Terjerat Narkotika dan Gangguan Bipolar

Pada usia 18 tahun Demi Lovato harus direhabilitasi dari ketergantungan narkotika, ia juga divonis menderita gangguan bipolar.

Rauhanda Riyantama
cloud_download Baca offline
Demi Lovato. (fanpop.com)
Demi Lovato. (fanpop.com)

Himedik.com - Jagat hiburan baru saja digegerkan oleh kabar penyanyi pop Demi Lovato yang ditemukan tak sadarkan diri di rumahnya di Hollywood Hills, Selasa (24/7/2018). Diketahui, ia tak sadarkan diri akibat overdosis obat-obatan terlarang.

BBC melaporkan, di tempat kejadian ditemukan heroin dan naloxone, yaitu obat anti overdosis. Saat ini, kondisi penyanyi Sorry Not Sorry itu dikabarkan sudah membaik.

Hal ini patut disayangkan, lantaran pada Maret lalu baru saja merayakan enam tahun tanpa obat-obatan terlarang. Ia bahkan sempat menulis cuitan betapa bersyukurnya bisa lepas dari pelukan narkoba.

Gangguan Bipolar dan Narkotika

Demi Lovato mengungkapkan, pertama kali menggunakan kokain pada usia 17 tahun. Hal tersebut tertuang dalam film dokumenter Simply Complicated yang dirilis Oktober tahun lalu.

Demi kemudian masuk rehabilitasi saat berusia 18 tahun dan saat itu pula didiagnosa menderita gangguan bipolar. Ia juga tengah berjuang melawan alkohol dan gangguan makan.

Demi Lovato/Instagram
Demi Lovato/Instagram

 

Bipolar, alkohol, dan narkotika memiliki kaitan yang sangat erat. Ketika penderita bipolar depresi, salah satu jalan keluarnya adalah narkotika.

Demi mengaku mengonsumsi obat terlarang setiap kali ada kesempatan, bahkan saat naik pesawat sekalipun. "Saat itu saya tidak siap meninggalkan obat-obatan. Saya menyembunyikan kokain di pesawat, di kamar mandi, menyembunyikannya semalaman," katanya.

Dampaknya, Demi hampir mati akibat overdosis. Saat itu ia benar-benar tak bisa mengontrol penggunaan narkotika. "Suatu malam saya mencampur sejumlah minuman bersoda dengan xanax. Kemudian saya mulai tersedak, jantungku berdegup sangat kencang dan saya merasa 'ya Tuhan, saya pasti overdosis," ungkap penyanyi 25 tahun itu.

Demi menjelaskan alasannya menggunakan kokain karena merasa depresi dan kerap kesepian. Merasa sepi setelah sebelumnya tampil didepan ribuan orang di atas panggung dan tiba-tiba sendirian di kamar hotel.

Akibat sering mengonsumsi obat-obatan, Demi Lovato sempat ditinggalkan teman-temannya dan terancam dipecat dari pekerjaan. The Guardian melaporkan, pada akhir 2010, ia mengundurkan diri dari tur konser bersama Jonas Brothers karena masuk rehabilitas.

Pada 2015, Demi pernah memberi pengakuan kepada majalah People bahwa ia mengalami gangguan bipolar. Saat itu, ia berusaha menyembuhkan diri serta memberi motivasi kepada pengidap lainnya untuk ikut berjuang sembuh bersama dirinya.

Untuk menjalankan misinya, Demi Lovato bekerjasama dengan gerakan Be Vocal: Speak Up for Mental Health melalui media sosial. Dengan harapan, pengidap bipolar berani mengungkapkan gangguannya agar bipolar segera bisa diatasi.

"Saya ingin orang-orang tahu bahwa ada gangguan mental bernama bipolar. Saya juga berharap agar pengidap bipolar mau meminta bantuan untuk sembuh, bukannya diam dalam kegelapan," tegas Demi Lovato.

Salah satu usahanya untuk mempertahankan kesehatan mental dan tetap tenang adalah dengan olahraga semala 60-90 menit sehari. Selain itu, berpikir positif menjadi kuncinya.

Terkait

Terkini