Sabtu, 07 Desember 2019

Efek Bertengkar Selama Hamil Bisa Pengaruhi Bayi

Seperti apa efeknya pada ibu dan bayi?

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
ilustrasi ibu hamil - (Unsplash/Pablo Heimplatz)
ilustrasi ibu hamil - (Unsplash/Pablo Heimplatz)

Himedik.com - Selama kehamilan, wanita sering mengalami perubahan emosional yang dapat memicu pertengkaran dengan pasangannya. Pertengkaran ini dapat memiliki konsekuensi serius bagi bayi dan ibu.

Perubahan ini disebabkan oleh tingkat hormon estrogen dan progesteron yang berubah dengan cepat selama kehamilan, dikutip dari livestrong.

Pertengkaran yang berlebihan bisa menandakan gangguan emosi yang bisa menyebabkan stres.

Kadang di saat ini, perubahan tersebut bisa membingungkan suami bahkan ia tidak dapat memahami apa yang salah.

Argumen yang parah dapat menandakan masalah mendasar yang lebih besar, seperti depresi atau gangguan kecemasan.

Selain itu, argumen seperti ini juga dapat menyebabkan banyak stres bagi para ibu. Menurut Baby Center, ini memengaruhi kesehatan fisik bayi.

Berpelukan setelah bertengkar bisa bikin tenang. (pixabay)
Berpelukan setelah bertengkar bisa bikin tenang. (pixabay)

 

Ibu yang menderita masalah emosional yang tidak diobati selama kehamilan lebih cenderung memiliki persalinan prematur.

Kecemasan dan depresi tidak hanya memengaruhi bayi, tetapi juga bisa memengaruhi sang ibu.

Ibu dengan gangguan emosi yang tidak diobati lebih cenderung menderita depresi pascapersalinan.

Karena itu penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang mengatur perubahan suasana hati.

Untuk menghindari hal itu, ada baiknya kamu dan pasangan saling komunikasi tentang perubahan yang kamu alami. Percayalah, ini akan sangat membantu.

Terkait

Terkini