Jum'at, 15 November 2019

Selama 10 Tahun, Wanita Ini Konsumsi Viagra untuk Bertahan Hidup, Ada Apa?

Saat mulai meminum viagra, Liu mengaku tak tahu pasti apa kegunaan sebenarnya obat tersebut.

Vika Widiastuti
Ilustrasi viagra. (Shutterstock)
Ilustrasi viagra. (Shutterstock)

Himedik.com - Viagra merupakan obat untuk mengatasi disfungsi ereksi pada pria. Namun, bisakah obat ini diminum oleh wanita? Seorang wanita bernama Liu Hongyan (24) dari Zhengzhou, Henan, China dilaporkan telah menggunakan Viagra selama 10 tahun terakhir.

Dilansir dari World of Buzz, wanita tersebut ternyata menderita hipertensi paru, atau kondisi di mana ada peningkatan tekanan darah di dalam arteri paru-paru.

Menurut laporan China Press, Xu Shuchang, dosen dari Departemen Pengobatan Pernapasan Chinese University of Hong Kong mengungkapkan bahwa hipertensi paru merupakan penyakit langka. Orang yang mengidap hipertensi paru seringkali harus minum obat selama sisa hidupnya untuk meringankan kesulitan bernapas.

Satu-satunya pilihan lain adalah melakukan transplantasi paru-paru. "Ketika saya pergi untuk membeli viagra sendiri, orang sering merasa sangat aneh bahwa seorang gadis membeli obat ini, tetapi mereka tidak tahu bahwa obat itu menopang hidup saya," kata Liu.

Liu awalnya didiagnosis menderita hipertensi paru pada usia 10 tahun. Bahkan dokter memprediksi, Liu tidak akan bertahan hidup lebih dari usia 18 tahun. Namun, karena viagra, ia kini bisa hidup 10 tahun setelah didiagnosis.

ilustrasi paru-paru - (Pixabay/kalhh)
ilustrasi paru-paru - (Pixabay/kalhh)

 

Di rumah sakit, Liu diminta untuk berjalan cepat, mungkin di atas treadmill agar dokter bisa menilai kebugaran fisiknya. Setelah berjalan sekitar enam menit, dia kehabisan napas dan harus duduk terengah-engah untuk waktu yang lama.

Saat mulai meminum viagra, Liu mengaku tak tahu pasti apa kegunaan sebenarnya obat tersebut. Meski demikian, dia membeli 10 kotak pil setiap bulannya dan meminumnya tiga kali sehari.

Diketahui viagra telah membuat pembuluh darahnya melebar sehingga meredakan gejala sesak napasnya. "Keadaan saya (fisik, -red) setelah minum obat mirip dengan orang normal. Semua orang tidak dapat melihat bahwa saya seorang pasien," katanya.

"Namun, saat musim dingin dan kekurangan oksigen, bibir saya menjadi biru-ungi. Jadi saya harus memakai lipstik," imbuhnya.

Profesor Xu Shuxhang mengatakan, pasien hipertensi paru memiliki gejala seperti kelelahan, bibir biru, kaki bengkak, dan asma. Orang yang merokok dilaporkan juga rentan mengalami hipertensi paru.

Terkait

Terkini