Senin, 16 September 2019

Apa Penyebab Perut Sakit Setelah Berhubungan Intim, Serius kah?

Beberapa kondisi kesehatan atau apa yang terjadi selama berhubungan intim dapat menjadi penyebabnya.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Ilustrasi sakit perut (shutterstock)
Ilustrasi sakit perut (shutterstock)

Himedik.com - Beberapa kondisi dapat terjadi setelah berhubungan intim, mulai dari vagina membengkak hingga sakit perut. Tentu ini akan membuat khawatir atau cemas jika tidak diketahui penyebabnya.

Menurut seorang ob-gyn di Rumah Sakit Yale New Heaven, Mary Jane Minkin, MD, sakit perut setelah hubungan intim sebenarnya terjadi pada 'nyeri pinggul bagian bawah'. Sebab rasa sakit terkait seks cenderung ke arah Miss V daripada perut.

Mengapa hal ini terjadi?

1. Posisi seksual

Melansir Womens Health Magazine, jika rasa sakit terjadi setelah gaya misionaris atau doggy, bisa jadi karena penetrasi yang mendalam.

Kuncinya adalah memilih posisi di mana Anda memiliki lebih banyak "kontrol atas kedalaman dan frekuensi penetrasi," jelas Ja Hyun Shin, MD, direktur klinik nyeri panggul di departemen Kesehatan Wanita dan Obstetri & Ginekologi di Montefiore Health System.

Dia menyarankan mencoba posisi menyamping, seperti sendok, yang memungkinkan penetrasi lebih dangkal.

Ilustrasi sakit perut (shutterstock)
Ilustrasi sakit perut (shutterstock)

2. Endometriosis

Endometriosis terjadi ketika lapisan rahim tumbuh di luar rahim," menurut Office on Women's Health.

Ketika Anda memiliki bentuk endometriosis parah pada panggul, Anda dapat mengalami adhesi padat (jaringan panggul dan organ saling menempel) di daerah panggul.

"Penetrasi mendalam (saat berhubungan intim) dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat karena semua organ Anda saling menempel," lanjut keterangan pada Office on Women's Health.

Tetapi tanpa adhesi sebenarnya Anda dapat merasakan rasa sakit akibat peradangan.

3. Mempunyai kista ovarium atau panggul

Banyak wanita memiliki kista ovarium, kantung berisi cairan di ovarium atau di permukaannya.

Sebagian besar tidak berbahaya dan hilang tanpa perawatan setelah beberapa bulan, tetapi beberapa dapat terus tumbuh dan menyebabkan rasa sakit.

Dr. Shin menjelaskan kista panggul ini cukup berbeda. Ini dapat terjadi akibat operasi atau infeksi di mana cairan terkumpul di daerah panggul.

Terkait

Terkini