cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Peserta Idol 2018 ini Didiagnosis PCOS, Penyebabnya Kelebihan Hormon Pria!

Irine Septiani, mantan peserta Idol 2018 menderita PCOS akibat kelebihan hormon testosteron.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Irine Septiani curhat soal PCOS (Instagram/@irinedacil)
Irine Septiani curhat soal PCOS (Instagram/@irinedacil)

Himedik.com - Salah satu mantan peserta ajang pencarian bakat Indonesian Idol 2018, Irine Septiani baru-baru ini menceritakan kesedihannya saat didiagnosis PCOS. Melalui YouTube IrineOfficial29, ia tak pernah menyangka sudah lama merasakan gejala-gejalanya dan tidak menyadari itu tanda PCOS.

Dengan mata berkaca-kaca, Irine mengatakan bahwa dokter mendiagnosis dirinya menderita PCOS. Kondisi itulah yang membuat Irine sedikit kesulitan untuk mempunyai keturunan bersama suaminya.

Menurut keterangan dokter, Irine punya hormon pria atau testosteron lebih besar dari jumlah normal. Kelainan hormon itulah yang membuat Irine mengalami PCOS.

"Dokter menyatakan aku PCOS, jadi ada kelainan dari hormon aku. Jadi setiap manusia itu punya hormon cewek dan cowok. Nah, aku punya hormon cowok yang berlebihan," ujar Irine.

Irine menjelaskan, umumnya wanita memiliki kadar hormon testosteron dari kisaran angka 1-4. Tetapi, wanita dengan PCOS umumnya memiliki hormon testosteron lebih besar, yakni 1-7.

Kadar hormon testosteron Irine sendiri mencapai 4,5. Walau hanya lebih sedikit, kelebihan hormon pria itu tetap membuat Irine mengalami PCOS.

Irine Septiani, mantan peserta Indonesia Idol (Instagram/@irinedacil)
Irine Septiani, mantan peserta Indonesia Idol (Instagram/@irinedacil)

Setelah mengetahui PCOS itulah Irine seketika teringat bahwa dirinya sudah merasakan beberapa gejala sejak masa muda. Salah satunya, siklus menstruasi tidak teratur yang juga termasuk tanda-tanda PCOS.

1. Mudah gemuk

Irine mengaku kenaikan dan penurunan berat badannya sering kali tidak stabil akibat kelainan hormon. Bahkan, ia telah merasakannya sejak lulus dari bangku SMA.

"Nah, orang PCOS itu cenderungnya ke obesitas. Jadi, semakin dia gemuk maka semakin sulit dia hamil."

"Tapi PCOS itu juga ada yang kurus dan aku nggak terlalu gemuk. Nah, berat badan aku beberapa tahun lalu naik ke 60 dan turun cuman 58-59, kayak susah banget buat turun," paparnya.

2. Menstruasi tidak teratur

Irine mengaku mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur sejak pertama kali merasakan haid. Tetapi, Irine tidak pernah terpikirkan kalau itu adalah tanda awal PCOS.

"Jadi aku SMP kan mulai menstruasi tapi nggak seperti orang lain. Kalau cewek lain itu selalu menstruasi setiap bulan. Nah aku enggak, kadang telatnya 10 hari, 14 hari sampai sebulan. Tapi, aku pikir biasa aja," tuturnya.

ilustrasi kram perut saat haid - (Unsplash/rawpixel)
ilustrasi kram perut saat haid - (Unsplash/rawpixel)

3. Perubahan fisik seperti pria

Selain menstruasi tak teratur, Irine juga mengalami perubahan fisik seperti pria. Hal tersebut tampak dari bulu di badannya yang lebih lebat dari wanita lainnya.

"Aku itu udah kayak cowok, bulu di tangan aku itu banyak bulu. Rambut aku juga lebat tapi rontok," kata dia.

4. Mudah stres

Tak cuma itu, Irine juga merasa lebih mudah sedih dan tertawa dalam waktu tak terduga. Tetapi, ia baru mengetahui bahwa perubahan mood tersebut adalah tanda PCOS.

"Aku itu kan kalau sedih dipendam, tapi kalau marah langsung meledak. Jadi kalau sedih, marah itu suka tiba-tiba, melankolis banget. Ternyata kelainan hormon itu membuat aku lebih mudah depresi dan stres," ungkapnya.

5. Mudah lupa

Irine juga merasa lebih mudah lupa atas ucapannya dan beberapa hal dalam sekejap. Seandainya ia berbicara sesuatu dengan temannya di malam hari, keesokannya ia bakal lupa.

Terkait

Terkini