Kamis, 17 Oktober 2019

Ibu Hamil Harus Tahu, Ini Cara Mencegah Preeklamsia Selama Kehamilan!

Irish Bella kehilangan dua bayi kembarnya setelah mengalami preeklamsia yang membuat plasentanya lepas.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Irish Bella dan Ammar Zoni tidak akan menunda bulan madu (Suara.com/Muhaimin A Untung)
Irish Bella dan Ammar Zoni tidak akan menunda bulan madu (Suara.com/Muhaimin A Untung)

Himedik.com - Pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni tengah berduka setelah kehilangan dua bayi kembarnya kemarian Minggu (6/10/2019). Dua bayi kembar mereka meninggal dunia di dalam kandungan setelah diketahui Irish Bella mengalami preeklamsia.

Menurut dokter, kondisi Irish Bella dan bayi dalam kandungan sudah menurunkan ketika masuk rumah sakit karena mengalami mirror syndrome yang menyebabkan preeklamsia.

Preeklamsia itulah yang menyebabkan plasenta lepas lalu kondisi bayi menurun dan meninggal dunia. Kematian dua calon bayi kembar ini pastinya meninggalkan duka mendalam bagi Irish Bella dan Ammar Zoni.

Seperti yang Anda ketahui preeklamsia adalah komplikasi kehamilan yang terjadi ketika ibu hamil mengalami tekanan darah tinggi dan ada protein di dalam urine. Komplikasi ini biasanya memengaruhi 5-8 persen kehamilan.

Melansir dari Baby List, preeklamsia biasanya didiagnosis setelah kehamilan 20 minggu. Meskipun beberapa kasus, ada pula ibu hamil mengalami preeklamsia di minggu awal kehamilan. Kondisi ini termasuk serius karena berdampak pada ibu dan bayi dalam kandungan.

Adapun langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya preeklamsia selama masa kehamilan.

Ammar Zoni dan Irish Bella [YouTube/Aish TV]
Ammar Zoni dan Irish Bella [YouTube/Aish TV]

 

1. Rutin memeriksa kondisi kehamilan

Kunjungan sebelum dan sesudah melahirkan secara rutin sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan ibu dan bayi. Cara ini juga berguna untuk mendeteksi lebih awal jika terjadi tanda-tanda preeklamsia.

2. Mengontrol berat badan

Faktor kedua preeklamsia adalah obesitas dan diabetes gestasional. Karena itu, ibu hamil tetap harus memperhatikan berat badan tubuhnya selama kehamilan, apalagi jika sebelumnya sudah pernah mengalami preeklamsia.

3. Olahraga

Olahraga tidak hanya memperlancar persalinan, tetapi juga meningkatkan mood, membangun daya tahan tubuh, mencegah kenaikan berat badan dan mengontrol tekanan darah wanita hamil. Sehingga ibu hamil akan terhindar dari masalah preeklamsia jika olahraga, berjalan, berenang maupun yoga prenatal.

4. Obat dan suplemen

Cara terakhir untuk mencegah terjadinya preeklamsia selama kehamilan dengan mengonsumsi obat dan suplemen yang sudah diresepkan oleh dokter.

Terkait

Terkini