Kamis, 21 November 2019

YouTuber ini Makan Siput Hidup Demi Konten, Ketahui Risiko Penyakitnya!

Youtuber asal Korea sempat menjadi perbincangan karena mengonsumsi siput hidup demi konten menarik.

Vika Widiastuti | Shevinna Putti Anggraeni
Seorang wanita makan escargot (Youtube/쏘영 Ssoyoung)
Seorang wanita makan escargot (Youtube/쏘영 Ssoyoung)

Himedik.com - Saat ini banyak YouTuber yang berlomba-lomba membuat video mukbang. Salah satunya Youtuber asal Korea ini yang membuat video mukbang makan siput hidup tanpa memikirkan risiko penyakitnya.

Sebelum memulai mukbang dilansir dari Koreaboo, ia sempat beradegan seolah membangunkan siput-siput di depannya dengan memberi air. Lalu dia mengambil satu siput dan melahapnya.

Ia juga menunjukkan bahwa siput-siput di depannya masih hidup. Karena aksinya tergolong tak memikirkan risiko itulah membuat warganet mengecamnya.

"Ngomong-ngomong orang ini sebelumnya juga membuat kontroversi karena makan hati mentah, gurita hidup dan otak babi," tulis seorang netizen Korea.

"Terlalu banyak Youtuber yang hanya mencari perhatian," tulis netizen Korea.

Sebelumnya, pernah ada kasus remaja asal Australia yang nekat memakan siput hidup demi menyelesaikan tantangan temannya. Setelah makan siput hidup, remaja 19 tahun itu langsung menderita meningitis langka hingga mengalami koma.

Ia mengalami kondisi tersebut lebih dari setahun. Selama itu pula, ia hanya bisa tertidur di atas kasur karena tubuhnya lumpuh dari leher hingga ke bawah.

Bahaya makan siput hidup seperti Youtuber Korea ini (Youtube/ Ssoyoung)
Bahaya makan siput hidup seperti Youtuber Korea ini (Youtube/ Ssoyoung)

 

Melansir dari PRI, siput salah satu hewan air tawar berukuran kecil yang bisa menyebabkan kematian jika dikonsumsi manusia. Karena siput membawa penyakit parasit yang disebut schistosomiasis,. Penyakit ini telah menginfeksi 250 juta orang di Asiam Afrika dan Amerika Selatan.

Penyakit schistomiasis ini disebabkan oleh parasit cacing pipih yang bisa menginfeksi saluran kemih dan usus. Jika seseorang menderita penyakit ini bisa menimbulkan gejala sakit perut, diare, tinja berdarah atau darah dalam urine.

Bagi orang yang sudah terinfeksi penyakit ini dalam waktu lama, bisa mengalami kerusakan hati, gagal ginjal, infertilitas atau kanker kandung kemih. Bagi anak-anak, penyakit ini bisa menyebabkan pertumbuhan buruk dan kesulitan belajar.

Sejauh ini banyak orang yang tidak menunjukkan gejala apapun ketika menderita penyakit ini. Namun, biasanya gejala akan muncul dalam waktu 4-6 minggu setelah terinfeksi.

Sedangkan dalam waktu 12 jam setelah terinfeksi, biasanya orang akan mengeluh sensasi kesemutan atau ruam ringan karena iritasi pada titik masuk. Gejala lain dalam waktu 2-10 minggu bisa termasuk demam, batuk, diare, menggigil hingga pembesaran kelenjar.

Terkait

Terkini