Selasa, 12 November 2019

Fakta soal Sindrom Asperger yang Diidap Aktivis Lingkungan Greta Thunberg!

"Aku punya sindrom Asperger dan itu artinya terkadang aku sedikit berbeda dari norma," katanya.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Greta Thunberg. [Twitter/Greta Thunberg/captured]
Greta Thunberg. [Twitter/Greta Thunberg/captured]

Himedik.com - Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg (16) akhir-akhir banyak menjadi pemberitaan di media internasional. Hal tersebut karena keberaniannya menyuarakan pendapat di hadapan pemimpin dunia saat forum PBB, September 2019 lalu.

Di sisi lain, ternyata gadis cantik ini memiliki sindrom Asperger.

"Aku punya sindrom Asperger dan itu artinya terkadang aku sedikit berbeda dari norma (aturan di masyarkat). Dan, mengingat keadaan tepat, menjadi berbeda adalah suatu kekuatan," cuitnya pada 1 September 2019.

Sindrom Asperger merupakan gangguan perkembangan dan bagian dari gangguan spektrum autisme (ASD), meskipun Asperger berada pada spektrum yang paling ringan.

Berdasarkan autism-society.org, hal yang membedakan autisme dengan sindrom Asperger adalah gejala yang kurang parah dan tidak adanya keterlambatan bahasa.

Mereka hanya sedikit terpengaruh, namun masih memiliki kemampuan bahasa dan kognitif yang baik.

Greta Thunberg (Twitter/Greta Thunberg)
Greta Thunberg (Twitter/Greta Thunberg)

Individu dengan sindrom Asperger biasanya ingin menyesuaikan diri dan berinteraksi dengan orang lain, tetapi seringkali mereka tidak tahu bagaimana melakukannya.

Mereka mungkin canggung secara sosial, tidak memahami aturan sosial konvensional atau menunjukkan kurangnya empati.

Orang dengan kondisi ini mungkin memiliki kontak mata yang terbatas, tampak tidak terlibat dalam percakapan dan tidak memahami penggunaan gerakan atau sarkasme.

Perbedaan lain antara sindrom Asperger dan autisme menyangkut kemampuan kognitif. Sementara beberapa individu dengan autisme memiliki kekurangan intelektual, orang dengan sindrom Asperger tidak memiliki keterlambatan kognitif yang 'signifikan secara klinis', dan sebagian besar memiliki kecerdasan rata-rata hingga di atas rata-rata.

Pengidap sindrom Asperger akan melihat, mendengar dan merasakan dunia secara berbeda dengan orang lain. Hal ini dapat menyebabkan mereka sangat cemas.

Orang dengan sindrom Asperger mungkin bertanya-tanya mengapa mereka 'berbeda' dan merasa perbedaan sosial itu berarti orang tidak memahami mereka, tulis autism.org.uk.

Terkait

Terkini