Kamis, 21 November 2019

Brisia Jodie Berencana Jalani LASIK, Ini yang Harus Dilakukan Sebelumnya!

Sebelum menjalani prosedur ini, pasien juga diharuskan untuk mempersiapkan diri.

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Brisia Jodie [Suara.com/Yuli]
Brisia Jodie [Suara.com/Yuli]

Himedik.com - Sejak duduk di bangku SMP, penyanyi cantik Brisia Jodie mengaku dirinya sudah memiliki mata minus. Dan sekarang ia berencana untuk melakukan LASIK.

Penyanyi 23 tahun ini mengatakan kedua matanya memiliki minus yang tinggi, yaitu 9 di mata kirinya dan 12 di mata kanannya.

"Dulu kan aku main game terus waktu aku minus 3 aku mata telanjang aja nggak pakai kacamata nggak pakai soft lens begitu aku cek lagi kelas 3 SMP aku cek minus 9 (kiri) sama 12 (kanan)," ungkap Brisia Jodie saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (13/10/2019).

Sebelum menjalani operasi, gadis yang akrab disapa Jodie ini menjelaskan dirinya harus menunggu karena masih ada beberapa proses yang harus dilaluinya.

Ia juga was-was, apakah kedua matanya memenuhi syarat untuk LASIK.

LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis) merupakan prosedur bedah untuk memperbaiki penglihatan yang mengalami gangguan mata seperti rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme.

Sebelum menjalani prosedur ini, pasien juga diharuskan untuk mempersiapkan diri. Hal ini bertujuan untuk menghindari kemungkinan terburuk.

Operasi Lasik [shutterstock]
Operasi Lasik [shutterstock]

Melansir Hello Sehat, berikut beberapa hal yang harus dilakukan sebelum melakukan LASIK:

- Tidak memakai lensa kontak selama dua minggu sebelum evaluasi awal.

- Tidak memakai toric soft contact lenses atau rigid gas permeable (RGP) lenses selama tiga minggu sebelum evaluasi pertama.

- Tidak memakai hard lenses selama empat minggu sebelum evaluasi pertama.

- Tidak menggunakan krim, lotion, make up dan parfum sehari sebelum operasi.

Pasien juga harus mengatakan pada dokter bagaimana kondisi medis dan mata di masa lalu serta apabila mereka sedang mengonsumsi atau alergi terhadap obat tertentu, tulis Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat.

Terkait

Terkini