Selasa, 18 Februari 2020

3 Penyebab Kadar Testosteron Tinggi pada Wanita, Salah Satunya PCOS

Kadar testosteron membantu menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan lainnya.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi perempuan. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan. (Shutterstock)

Himedik.com - Keberadaan hormon begitu penting bagi tubuh. Ketika tubuh mengalami ketidakseimbangan hormon, meski sedikit, tetap memengaruhi seluruh tubuh.

Hormon testosteron, yang dikenal sebagai hormon laki-laki, ternyata juga diproduksi dalam ovarium perempuan. Namun dalam jumlah kecil.

Dikombinasikan dengan estrogen atau hormon seks perempuan, testosteron pada perempuan membantu menjaga kesehatan reproduksi perempuan, tulang serta perilaku.

Berdasarkan Medical News Today, kadar normal testosteron pada perempuan adalah 15 hingga 70 nanogram per desiliter.

Dalam beberapa kasus, kadar testosteron pada seorang perempuan bisa menjadi lebih tinggi. Dan ini memengaruhi penampilan fisik serta kesehatan mereka secara keseluruhan.

Ilustrasi jerawat saat menstruasi. (Shutterstock)
Ilustrasi jerawat saat menstruasi. (Shutterstock)

Ada beberapa kondisi kesehatan yang menyebabkan testosteron tinggi, yaitu:

1. Hiperplasia adrenal kongenital (HAK)

HAK adalah istilah yang diberikan kepada sejumlah kelainan bawan yang memengaruhi kelenjar adrenal. Kelenjar ini mengeluarkan hormon kortisol dan aldosteron, yang berperan dalam mengelola metabolisme serta tekanan darah.

2. Hirsutisme

Hirsutisme ditandai oleh pertumbuhan rambut yang tidak diinginkan, misalnya pada punggung, dada, dan wajah. Rambut tersebut umumnya berwarna gelap dan bertekstur kasar.

Diduga kondisi ini berkaitan dengan genetik.

3 Penyebab Kadar Testosteron Tinggi pada Wanita, Salah Satunya PCOS - 2
Ilustrasi siklus haid yang tidak teratur (Shutterstock)

3. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

PCOS adalah kelainan hormon umum yang menyerang wanita usia reproduksi. Diperkirakan kondisi ini memengaruhi 8% hingga 20% perempuan di seluruh dunia.

Wanita biasanya tidak didiagnosis sampai mereka berusia 20-an dan 30-an, tetapi anak-anak semuda 11 tahun dapat terpengaruh.

Bagi Anda yang merasa memiliki kadar testosteron lebih tinggi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan solusi perawatan yang tepat.

Terkait

Terkini