Minggu, 19 Januari 2020

Olahraga Jangan Terlalu Intens, Jika Tidak Ingin Alami Female Athlete Triad

Female Athlete Triad adalah kondisi yang umumnya dialami perempuan saat mereka terlalu intens berolahraga.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi terlalu intens berolahraga (Pixabay/Wokandapix)
Ilustrasi terlalu intens berolahraga (Pixabay/Wokandapix)

Himedik.com - Olahragamemang membuat tubuh leebih sehat, baik secara fisik maupun mental. Itulah mengapa banyak pakar yang menyarankan untuk tidak melewatkan aktivitas fisik ini.

Namun, bagi beberapa perempuan, tidak menyeimbangkan kebutuhan tubuh dan olahraga, mereka dapat menyebabkan konsekuensi besar.

Beberapa perempuan, yang berolahraga secara intens berisiko mengalami masalah yang disebut dengan female athlete triad (FAT).

Melansir Kids Health, FAT adalah kombinasi dari tiga kondisi, yaitu gangguan makan, amenore dan osteoporosis.

Seorang atlet wanita dapat mengalami satu, dua atau ketiga masalah tersebut.

Tren olahraga di malam hari. (Shutterstock)
Tren olahraga di malam hari. (Shutterstock)

1. Gangguan makan

Kebanyakan permepuan yang mengalami FAT akan mencoba menurunkan berat badan sebagai cara untuk meningkatkan kinerja atletik mereka.

Gangguan makan tersebut dapat berupa, dari tidak cukup makan kalori untuk memenuhi tuntutan energi hingga menghindari jenis makanan tertentu yang menurut perempuan tersebut buruk, misalnya makanan yang mengandung lemak.

Paling parah gangguan makan yang dapat mereka alami adalah anoreksia nervosa atau bulimia nervosa.

2. Amenore

Berolahraga secara intens dan tidak makan cukup kalori dapat menyebabkan penurunan hormon yang membantu mengatur siklus menstruasi. Akibatnya, menstruasi menjadi tidak teratur atau berhenti sama sekali.

Namun hal ini juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, misalnya masalah medis atau kehamilan.

Ilustrasi perempuan olahraga. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan olahraga. (Shutterstock)

3. Osteoporosis

Perempuan yang mengalami FAT memiliki kadar estrogen yang rendah. Tingkat estrogen yang rendah dan nutrisi buruk, terutama apabila asupan kalium rendah, dapat menyebabkan osteoporosis.

Kondisi ini dapat memengaruhi aspek kehidupan perempuan karena bisa saja menyebabkan patah tulang karena stres dan cedera lainnya.

Terkait

Terkini