Minggu, 19 Januari 2020

Peniti Tertelan dan Masuk ke Paru-Paru, Gadis Ini Harus Jalani Bronkoskopi

Dokter pun mengimbau untuk tidak lagi melakukan kebiasaan buruk ini karena dapat berakibat fatal.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
ilustrasi paru-paru - (Pixabay/kalhh)
ilustrasi paru-paru - (Pixabay/kalhh)

Himedik.com - Bagi pengguna jilbab, peniti adalah benda yang penting, terlebih kalau mereka lebih sering menggunakan jilbab model segiempat.

Sayangnya dalam waktu-waktu tertentu, penggunaan jarum atau peniti ini bisa menjadi sangat berbahaya. Hal itu terutama ketika mereka lebih suka menggigit peniti selagi merapikan jilbab.

Insiden tidak mengenakkan dialami oleh seorang pasien di Rumah Sakit UKMMC, Kuala Lumpur. Kisahnya dibagikan seorang dokter yang bekerja di rumah sakit tersebut bernama Kamarul Ariffin Nor Sadan.

"Semalam tim Respiratory UKMMC mengeluarkan sebatang peniti dari paru-paru kiri seorang wanita melalui prosedur rigid bronchoscopy. Ngeri!" tulis sang dokter dalam akun Facebook miliknya, melansir World of Buzz.

Ia lalu menuliskan bagaimana peniti dapat masuk ke paru-paru perempuan tersebut.

Peniti di dalam paru-paru seorang perempuan (Facebook/Kamarul Ariffin Nor Sadan)
Peniti di dalam paru-paru seorang perempuan (Facebook/Kamarul Ariffin Nor Sadan)

"Wanita itu secara tak sengaja menelan peniti ketika menggigitnya sambil mengenakan jilbabnya. Biasanya ini akan terjadi ketika seseorang batuk atau bersin, atau terkadang ketika peniti tanpa sadar terlepas saat membetulkan jilbab," lanjutnya.

Diketahui setelah peniti berhasil dikeluarkan, kondisi pasien kini berangsur stabil walau masih dalam perawatan intensif.

Menurut dokter yang bertugas, ini bukan kasus pertama seorang perempuan menelan peniti. Jadi, dia membagikan kisah untuk memperingatkan perempuan yang masih melakukan kebiasaan buruk tersebut sebagai langkah antisipasi.

Peniti di dalam paru-paru seorang perempuan (Facebook/Kamarul Ariffin Nor Sadan)
Peniti di dalam paru-paru seorang perempuan (Facebook/Kamarul Ariffin Nor Sadan)

Berdasarkan tanggapan dari warganet yang membaca unggahan ini, tak sedikit perempuan yang mengaku masih melakukannya. Beberapa perempuan bahkan mengungkapkan pernah mengalami kasus serupa dengan pasien yang ditangani sang dokter.

Jadi, kalau Anda sendiri juga masih melakukannya, segera hentikan sebelum terlambat, ya!

Terkait

Terkini