Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 02 Juni 2020

Remaja Perempuan Rentan Alami Depresi, Mengapa Begitu?

Pakar menemukan, tingkat depresi mulai meningkat ketika smartphone menjadi populer.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi depresi - (Pixabay/geralt)
Ilustrasi depresi - (Pixabay/geralt)

Himedik.com - Tingkat depresi pada kalangan gadis remaja di AS meningkat lebih banyak. Berdasarkan data penelitian, dari 12% pada 2011 meningkat pesat menjadi 20% pada 2017.

Pakar menemukan, tingkat depresi mulai meningkat ketika smartphone menjadi populer. Generasi remaja yang lahir setelah 1995 (Gen Z) merupakan remaja yang usianya sama dengan ponsel pintar tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga remaja pertama yang mengalami media sosial sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan bersosialisasi.

Anak laki-laki dan perempuan memang menggunakan smartphone pada waktu yang bersamaan. Tapi mengapa anak perempuan mengalami lebih banyak masalah kesehatan mental?

Dilansir Live Science, ternyata remaja lelaki dan perempuan menghabiskan waktu menggunakan media digital dengan cara yang berbeda.

Laki-laki lebih banyak waktu bermain game, sementara perempuan menghabiskan lebih banyak waktu dengan bermain smartphone, dan menggunakan media sosial.

Ilustrasi depresi
Ilustrasi depresi (Shutterstock)

Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa media sosial dapat membuat seseorang tertekan. Hal ini terjadi ketika seseorang membandingkan diri mereka dengan orang lain yang ada di media sosial.

Sebenarnya, baik perempuan maupun lelaki yang menghabiskan banyak waktu bermain ponsel sama-sama mengalami peningkatan ketidakbahagiaan. Tapi, ketidakbahagiaan justu lebih meningkat lagi pada remaja perempuan.

Mengapa perempuan lebih rentan? Peneliti menduga ada hubungannya dengan popularitas.

Popularitas cenderung memiliki efek yang lebih nyata pada kebahagiaan remaja perempuan daripada kebahagiaan anak laki-laki. Media sosial bisa menjadi tempat mereka untuk mendapatkan itu, serta sebagai platform untuk mengintimidasi, mempermalukan, dan berselisih.

Selain itu, remaja perempuan terus menghadapi tekanan lebih banyak tentang penampilan mereka, yang diperburuk dengan media sosial.

Jika demikian, penggunaan media digital, terutama media sosial, mungkin memiliki efek negatif pada kesehatan mental anak perempuan daripada pada anak laki-laki.

Terkait

Terkini