Selasa, 25 Februari 2020

Wanita Alami Perubahan Otak selama Menstruasi, Begini Penjelasannya!

Penelitian menemukan bahwa wanita mengalami perubahan otak sekaligus mood selama masa menstruasi.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilsutrasi menstruasi - (Shutterstock)
Ilsutrasi menstruasi - (Shutterstock)

Himedik.com - Wanita tidak hanya mengalami perubahan mood, tetapi juga otak atau pola pikir selama masa menstruasi. Namun, perubahan otak pada wanita selama menstruasi ini bisa menguntungkan.

Anda pasti sudah tahu hal-hal yang menyebabkan seorang wanita lebih moody, tersinggung hingga terangsang selama periode, salah satunya perubahan hormon.

Tetapi, Anda mungkin belum mengetahui betul efek positif siklus menstruasi terhadap perubahan otak wanita.

Meningkatkan keterampilan

Pada awal ovulasi dilansir oleh Asia One, ovarium akan menghasilkan lebih banyak estrogen dan progesteron untuk mengentalkan lapisan rahim dan mempersiapkan pelepasan sel telur.

Peningkatan kadar hormon ini tampaknya memengaruhi perilaku wanita, khususnya keterampilan komunikasi yang meningkat.

Ilustrasi wanita sakit menstruasi (istockphoto)
Ilustrasi wanita sakit menstruasi (istockphoto)

Peneliti dan psikolog Pauline Makin pun telah memahami proses fluktuasi kadar estrogen memengaruhi kemampuan wanita pada tahun 2002 silam.

Setiap peserta penelitian disurvei sebanyak 2 kali. Pertama, setelah periode mereka ketika kadar estrogen dan progesteron masih rendah. Kedua, sekali seminggu setelah mereka berovulasi ketika estrogen dan progesteron tinggi.

Penelitian yang dilakukan di Gerontology Research Center di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat melibatkan kelompok kecil, yakni hanya 16 orang yang menyelesaikan tes mental.

Selama masa ovulasi, partisipan tercatat lebih buruk dalam hal-hal yang biasanya dimiliki pria, misalnya kesadaran spasial. Tetapi, mereka mengalami peningkatan pada hal-hal yang menjadi keunggulan wanita, seperti kemampuan menghasilkan kata-kata baru.

Sebaliknya, kesadaran spasial kembali normal pada minggu ketika kadar hormon lebih rendah. Selain itu, memori juga lebih membaik selama masa ovulasi.

Para peneliti menggambarkan memori ini sebagai mengingat implisit, jenis memori bawah sadar yang berguna untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

Mana yang lebih sering Anda pikirkan, makan atau bercinta?
Ilustrasi otak wanita saat menstruasi (shutterstock)

Bagaimana hormon memengaruhi otak?

Studi ini mencatat bahwa hormon berdampak pada dua area otak. Pertama, hippocampus yang terlibat dalam menyimpan ingatan dan penting untuk kemampuan sosial.

Kedua, amigdala yang memproses emosi, terutama respons melawan atau lari. Selama masa menstruasi, bagian-bagian otak wanita ini sebenarnya lebih besar.

Penelitian sebelumnya memandang perubahan ini sebagai keuntungan evolusi untuk keperluan reproduksi, misalnya wanita lebih tertarik pada laki-laki maskulin selama masa paling subur.

Terkait

Terkini