cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Minggu, 20 September 2020

Idap Kondisi Langka, Gadis Ini Punya 2 Jempol Kaki Tumbuh Berhimpitan

Menurut dokter yang menanganinya, ini adalah kondisi langka dan dapat diturunkan dalam keluarga.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Ilustrasi jempol kaki (shutterstock)
Ilustrasi jempol kaki (shutterstock)

Himedik.com - Kuku yang tumbuh dan masuk ke jempol kaki memang menyakitkan, tapi kondisi ini tidak ada apa-apanya dengan kondisi dialami oleh Kiara.

Dalam tayangan program My Feet Are Killing Me di TLC pada Kamis (16/1/2020) kemarin, diperlihatkan kondisi Kiara yang memiliki dua jempol kaki dan tumbuh menjadi satu (berhimpitan).

Kondisi ini membuat jempol kaki Kiara terlihat lebih besar dari ukuran umum dan kata Kiara, sangat menyakitkan.

"Kiara adalah kasus yang sangat menarik," kata podiatris asal New Jersey, Brad Schaeffer, yang menangani gadis tersebut.

"Dia memiliki jempol kaki yang sangat besar. Tubuhnya menumbuhkan jari kaki lain di bagian dalam kakinya," sambungnya.

Kiara memiliki kondisi langka (YouTube/TLC)
Kiara memiliki kondisi langka (YouTube/TLC)

Schaeffer pun melakukan operasi pada Kiara dengan membuat sayatan di antara kedua jempol. Ternyata, pada jempol kedua Kiara pun sudah tumbuh tulang yang cukup sulit dihilangkan.

"Tulang itu berada tepat di bagian yang tidak dapat aku tembus dengan pisau," kata dr. Schaeffer, dilansir Health.

Hingga ia harus mengganti pisau dengan alat lain yang akhirnya dapat memotong tulang tersebut.

Kondisi Kiara ini disebut dengan Polydactyl atau Polydactyly.

Menurut Medical News Today, polydactyly adalah suatu kondisi di mana seseorang dilahirkan dengan jari tangan atau kaki ekstra pada satu atau kedua tangan dan kaki mereka.

Kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga atau kondisi genetik. Jika di dalam keluarga tidak ada yang memilikinya, artinya ada perubahan gen saat orang tersebut masih di dalam kandungan.

Berdasarkan Schaeffer, ini adalah kondisi langka dan bukan satu-satunya kasus 'aneh' yang pernah ditanganinya.

Terkait

Terkini