Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Senin, 13 Juli 2020

Berawal Sakit Flu Biasa, Remaja 15 Tahun Meninggal Dunia akibat Syok Septik

Sakit flu membuatnya mengalami pegal dan tidak nafsu makan selama beberapa hari.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi flu. (Pixabay/Mojpe)
Ilustrasi flu. (Pixabay/Mojpe)

Himedik.com - Lacie Rian Fisher, seorang gadis remaja 15 tahun asal North Carolina meninggal dunia setelah mengalami komplikasi flu. Awalnya, Lacie Rian mengalami pegal dan tidak nafsu makan selama beberapa hari.

Ia pun memutuskan menghabiskan akhir pekan dengan beristirahat di kamarnya. Saat itu Lacie berpikir hanya mengalami gejala flu biasa. Sehingga, ia berpikir istirahat sejenak bisa membuat kondisinya membaik.

Namun, kondisi Lacie justru tak semakin membaik setelah beberapa hari istirahat. Keith Fisher, ayahnya pun langsung membawa Lacie ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya.

"Dia sempat berteriak beberapa kali lalu jatuh lemas di tanganku," kata Keith dikutip dari Health.

Ternyata Lacie sudah meninggal dunia sebelum sempat menjalani pengobatan di rumah sakit. Hasil pemeriksaan, Lacie meninggal dunia karena syok septik dan influenza B.

Ilustrasi menderita flu, pilek dan batuk. (Shutterstock)
Ilustrasi menderita flu, pilek dan batuk. (Shutterstock)

Syok septik adalah bentuk sepsis parah yang termasuk keadaan darurat medis dan mengancam jiwa. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kondisi ini merupakan respons ekstrem tubuh terhadap infeksi.

Sepsis ini terjadi ketika infeksi yang diderita, seperti flu telah memicu reaksi berantau melalui tubuh. Jika tidak ditangani tepat waktu, infeksi itu bisa menyebabkan kerusakan jaringan cepat, kegagalan organ hingga kematian.

"Ketika orang mengalami syok septik, maka tekanan darah mereka tidak akan memadai untuk mendukung kehidupan," kata pakar penyakit menular Amesh A. Adalja, sarjana senior di Johns Hopkins Center for Health Security.

Kebanyakan orang biasanya akan pulih dari flu hanya dalam beberapa hari. Tetapi, seseorang bisa juga mengalami komplikasi berat akibat flu.

Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)
Lelaki sedang menderita influenza atau flu. (Shutterstock)

Salah satu komplikasi flu yang paling umum adalah pneumonia. Tetapi orang juga bisa mengalami komplikasi seperti peradangan jantung (miokarditis), otak (ensefalitis) atau jaringan otot (myositis, rhabdomyolysis), kegagalan multi-organ dan sepsis.

Orang bisa mengembangkan sepsis dan syok septik sebagai akibat langsung dari flu atau mereka mengembangkan infeksi sekunder karena flu.

"Ketika kita melihat orang meninggal karena influenza, kebanyakan mereka mengalami sepsis dan syok septik. Ini adalah jalur umum untuk kematian akibat flu," kata dr. Adalja.

Dalam kasus ini, influenza B menjadi penyebab kematian Lacie. Penyakit ini merupakan jenis virus flu yang paling dominan saat beredar di tahun ini.

Menurut CDC, Amerika Serikat baru pertama kalinya menemukan kasus orang meninggal akibat influenza B.

Sementara itu, gejala influenza B biasanya sangat mirip dengan influenza A. Influenza B bisa lebih parah pada anak-anak dan bisa menyebabkan komplikasi yang memerlukan rawat inap atau kematian.

Terkait

Terkini