Kamis, 02 April 2020

Cece Mylisa Sanny Meninggal, Ini yang Terjadi pada Penderita Praleukimia

Praleukimia merupakan kondisi yang dapat terjadi ketika sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang menjadi abnormal.

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah
cloud_download Baca offline
Cece Mylisa Sanny (Instagram)
Cece Mylisa Sanny (Instagram)

Himedik.com - Cece Mylisa Sanny diketahui meninggal akibat mengidap penyakit langka dan cukup parah yaitu Myelodysplastic Syndrome (MDS) atau praleukimia, kondisi yang dianggap sebagai salah satu jenis kanker.

MDS adalah kondisi yang dapat terjadi ketika sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang menjadi abnormal. Ini mengarah pada jumlah rendah satu atau lebih jenis sel darah.

Dilansir dari American Cancer Society, pada penyakit MDS, beberapa sel di sumsum tulang menjadi abnormal (displastik) dan memiliki masalah dalam pembuatan sel darah baru.

Banyak sel yang dibentuk oleh sel-sel sumsum tulang ini rusak dan sering mati lebih awal dari sel-sel normal. Ketika tubuh menghancurkan beberapa sel darah abnormal, sehingga orang tersebut tidak memiliki cukup sel darah normal.

Jenis sel yang berbeda dapat dipengaruhi, meskipun temuan paling umum dalam MDS adalah kekurangan sel darah merah (anemia).

Cece Mylisa Sanny [Instagram/@popoy_ahmad]
Cece Mylisa Sanny [Instagram/@popoy_ahmad]

Pada sekitar 1 dari 3 pasien, MDS dapat berkembang menjadi kanker sel sumsum tulang yang berkembang pesat, disebut leukemia myeloid akut (AML).

Di masa lalu, MDS terkadang disebut sebagai praleukimia. Sebagian besar pasien tidak mengalami leukimia, MDS dahulu diklasifikasikan sebagai penyakit yang berpotensi ganas rendah.

Berdasarkan berapa banyak jenis sel darah yang terpengaruh dan faktor lainnya, berikut klasifikasi MDS:

1. MDS dengan multilineage dysplasia (MDS-MLD)
2. MDS dengan single lineage dysplasia (MDS-SLD)
3. MDS dengan ring sideroblasts (MDS-RS)
4. MDS dengan kelebihan ledakan (MDS-EB)
5. MDS dengan del terisolasi (5q)
6. MDS, tidak dapat diklasifikasikan (MDS-U)

Terkait

Terkini