cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Jum'at, 07 Agustus 2020

Masa Isolasi Bisa Picu Masalah Kesehatan Vagina, Ini 5 Penyebabnya!

Perubahan selama masa isolasi mandiri di rumah mungkin akan berdampak pada vagina.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
Ilustrasi masalah Miss V, vagina, organ intim - (Shutterstock)
Ilustrasi masalah Miss V, vagina, organ intim - (Shutterstock)

Himedik.com - Masa isolasi mandiri akibat virus corona Covid-19 bisa berdampak pada kesehatan. Area organ intim wanita pun termasuk salah satunya. 

Virus corona Covid-19 sendiri tidak memengaruhi area vagina secara langsung. Tapi dilansir dari Mirror UK, perubahan selama masa isolasi mandiri di rumah mungkin akan berdampak pada vagina.

Seorang ginekolog, Anne Henderson menjelaskan penyebab new normal bisa memengaruhi kesehatan organ intim wanita.

1. Kebugaran

Pada awal masa isolasi mandiri, semua orang masih aktif untuk olahraga. Hal ini bagus untuk pikiran dan tubuh. Tapi, Anda perlu hati-hati ketika mengenakan pakaian ketat seperti legging.

Jika Anda tidak mencuci peralatan olahraga dengan benar dan memakai sabun yang salah. Maka hal itu bisa menyebabkan bacterial vaginosis (BV).

"Sebenarnya berkeringat dan olahraga tidak berbahaya serta tidak akan menyebabkan BV. Tapi, kebiasaan yang dilakukan wanita bisa menyebabkan kondisi ini dan mereka lebih rentan terkena BV," kata Anne.

Ilustrasi organ intim, vagina (shutterstock)
Ilustrasi organ intim, vagina (shutterstock)

Anne mengatakan seseorang mungkin lebih sering mandi menggunakan sabun mandi yang kuat, jika sering berkeringat. Selain itu, seseorang juga senang mencuci pakaian olahraga dan pakaian dalam menggunakan deterjen yang lebih kuat.

"Deterjen yang lebih kuat sering memiliki iritasi alkali di dalamnya yang bisa ditransfer ke pakaian. Karena itu, saat memakai celana dalam dan legging ketat bisa mengganggu keseimbangan pH di daerah vagina yang bisa menyebabkan BV," kata Anne.

Anne merekomendasikan untuk menggunakan sabun yang lebih lembut untuk mencuci pakaian ketat, pakaian olahraga dan pakaian tanpa iritasi.

2. Lebih sering berhubungan seks

Banyak orang lebih sering berhubungan seks ketika masa isolasi mandiri di rumah. Kondisi ini membuat frekuensi rata-rata seks untuk wanita meningkat secara drastis.

Padahal keseringan berhubungan seks bisa menyebabkan sistitis atau masalah lainnya. Anne juga mengatakan tak BV dan sariawan bisa ditularkan melalui pasangan ketika berhubungan seksual.

3. Lebih banyak minum

Berdasarkan penelitian YouGov menemukan bahwa sekitar 1 dari 5 (21 persen) telah minum lebih banyak sejak masa isolasi mandiri. Kebiasaan baru ini tentu membahaya vagina.

Karena, kadar gula yang tinggi dari alkohol bisa memicu masalah kesehatan vagina dan menyebabkan sariawan. Cobalah untuk tidak mengonsumsi makanan maupun minuman tinggi gula.

4. Perawatan kecantikan DIY

Banyak orang mungkin memilih mencukur rambut organ intimnya sendiri. Tapi, kebiasaan itu bisa melukai permukaan kulit hingga berdarah.

Akibatnya, kondisi ini bisa menyebabkan infeksi masuk dan mengganggu folikel rambut. Infeksi pada folikel ini bisa membuat kulit menjadi merah dan nyeri, sehingga membutuhkan antibiotik untuk diobati.

5. Mencuci berlebihan

Kebersihan adalah kunci utama dalam melawan virus corona Covid-19. Tapi, membersihkan vagina berlebihan juga mengganggu keseimbangan pH.

Bahkan pemakaian wewangian atau bahan kimia yang mengiritasi bisa membuat ketidaknyamanan dan berpotensi memicu BV serta sariawan.

Terkait

Terkini