cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Sabtu, 19 September 2020

Perempuan yang Minum Pil KB Bisa Alami Masalah Suasana Hati, Ini Alasannya!

Banyak digunakan, tapi pil KB sering kali dikaitkan dengan pengaruhnya terhadap otak dan perubahan mood atau suasana hati.

Yasinta Rahmawati | Fita Nofiana
cloud_download Baca offline
Ilustrasi pil KB (Shutterstock)
Ilustrasi pil KB (Shutterstock)

Himedik.com - Melalui sebuah penyelidikan ilmiah, para ilmuwan menemukan alasan yang paling mungkin menyebabkan perempuan mengalami perubahan suasana hati saat konsumsi pil KB. Padahal, alat kontrasepsi oral yang sayi ini telah digunakan lebih dari 150 juta perempuan di dunia.

Melansir dari Medical Xpress, Nafissa Ismail seorang Profesor di Sekolah Psikologi Ottawa mencoba menjawab pertanyaan mengapa banyak perempuan yang mengalami pengaruh pada suasana hati setelah menggunakan pil KB.

"Jutaan perempuan telah menggunakan kontrasepsi oral, tetapi sedikit yang diketahui tentang apakah hormon sintetis yang ditemukan dalam kontrasepsi oral memiliki efek pada perilaku dan neurofisiologis," ujar Ismail. 

Pil KB lebih aman, ketimbang alat kontrasepsi lain. (Suara.com/Vessy Frizona)
Pil KB lebih aman, ketimbang alat kontrasepsi lain. (Suara.com/Vessy Frizona)

Kerja sama dengan dokter Andra Smith yang juga seorang Profesor di Sekolah Psikologi uOttawa, Ismail mulai menyelidiki perempuan yang sudah menngunakan pil KB dan belum. Studi mereka telah diterbitkan dalam jurnal Hormones and Behavior. 

Penyelidikan dalam penelitian berkisar dalam membandingkan respon stres, serta struktur dan fungsi otak.  Hasilnya, mereka yang mengunakan pil KB dikaitkan perubahan struktural di daerah orak yang terkait dengan memori dan proses emosi. 

"Kondisi ini dapat memengaruhi mekanisme saraf, ini jadi jawaban mengapa beberapa perempuan mengembangkan gangguan terkait suasana hati setelah penggunaan kontrasepsi oral, salah satunya depresi," kata Ismail. 

Meskipun begitu, para peneliti menyatakan bahwa masih butuh penelitian lain untuk dapat memahami sepenuhnya dampak dari kontrasepsi oral pada kesehatan perempuan.  

"Tujuan kami hanya ingin memberi saran pada perempuan untuk dapat memilih kontrasepsi yang menurut mereka paling tepat," tambahnya. 

Terkait

Terkini