cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 22 September 2020

Perlu Tahu, Ini Bahaya Jika Vagina Terlalu Steril

Kadar pH vagina normalnya cenderung asam, yakni dibawah 4. Kadar pH yang asam inilah yang akan melindungi infeksi bakteri jahat.

Yasinta Rahmawati
cloud_download Baca offline
Ilustrasi miss v/organ intim/vagina. (Shutterstock)
Ilustrasi miss v/organ intim/vagina. (Shutterstock)

Himedik.com - Mungkin banyak yang belum tahu bahwa normalnya vagina mengandung bakteri baik jahat dan baik atau probiotik seperti lactobacillus. Oleh karena itu, kondisi vagina tidak boleh steril atau terlalu bersih.

Itulah mengapa kadar pH vagina normalnya cenderung asam, yakni dibawah 4. Kadar pH yang asam inilah yang akan melindungi infeksi bakteri jahat.

"Kalau pH vagina naik dia akan berubah, itulah ada kuman patogen yang kita bilang akan ikutan. Inilah yang orang kenal dengan infeksi vagina," ujar  Dokter Konsultan Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Ali Sungkar, Sp.OG (K) dalam diskusi Nutriclub, Kamis (27/8/2020).

Infeksi vagina karena pH yang meningkat lalu disusupi bakteri, virus, atau parasit ini sering juga disebut vulvovaginitis. Biasanya ditandai dengan keputihan, bau tidak sedap dan gatal.

Ilustrasi seorang perempuan merasakan sakit di area vagina. [shutterstock]
Ilustrasi seorang perempuan merasakan sakit di area vagina. [shutterstock]

Salah satu virus yang paling sering dan sangat mungkin menginfeksi adalah human papilloma virus (HPV). Kalau sudah mengidap virus ini di bagian vagina, apalagi bagi ibu jelang melahirkan, dokter akan sangat melahirkan anak secara normal, karena bisa menularkan bayi saat lahir lewat vagina.

"Kalau muncul, kita nggak ngasih ibunya lahir lewat vagina, kenapa? Kalau bayinya masuk virus dan ke tenggorok, itu jadi papiloma yang di laring (tenggorokan). Itu bahaya tidak diperbolehkan," terang Dr. Ali.

Jika sudah begitu, dokter mengindikasi adanya risiko bayi sakit biasanya dokter akan membuat ibu melahirkan secara caesar.

Beda halnya, jika vulvovaginitis ditemukan pada semester awal, maka dokter akan memberi terapi probiotik, agar pH vagina kembali normal atau kadar asam bakteri baik sudah lebih banyak. Sehingga jika jelang melahirkan ia sembuh, bisa melahirkan secara normal.

"Kalau trimester 1 diketahui diobati termasuk pemberian probiotik, untuk memperbaiki mempertahankan PH vagina tetap asam. Setuju vagina itu jangan mau steril, harusnya ada kuman lain, atau kebun binatang," tutup Dr. Ali.

(Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Terkait

Terkini