cancel

Data COVID-19 Indonesia

Positif -
Dirawat -
Sembuh -
Meninggal -
Sumber data: kawalcovid19.id
Lihat Detail
Selasa, 22 September 2020

JK Rowling Dianggap Transphobia karena Bukunya, Apa Artinya?

JK Rowling dianggap transphobia karena buku-buku yang dirilisnya menyinggung soal transgender.

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
cloud_download Baca offline
JK Rowling (Facebook/JKRowling)
JK Rowling (Facebook/JKRowling)

Himedik.com - JK Rowling baru-baru ini merilis bukunya berjudul "Troubles Blood", yang merupakan buku kelima seri Cormoran Strike. Karena bukunya itu, JK Rowling kembali ramai diperbincagkan dan dituding transphobia.

Buku terbarunya itu bercerita tentang seorang pria tulen yang menargetkan korban untuk menjadi mangsanya. Pada seri sebelumnya, JK Rowling menggambarkan karakter transgender yang tidak stabil dan agresif. Kritikan inilah yang menuai pro kontra publik.

Publik berasumsi J.K Rowling seorang transphobia. Sampai akhirnya, muncul tagar J.K Rowling yang bertujuan menyentil wanita 55 tahun itu, karena menyinggung transgender dalam buku terbarunya.

Transphobia adalah ketakutan, kebencian atau ketidakpercayaan terhadap transgender. Transphobia dilansir dari Planned Parenthood, bisa mencegah transgender dan orang-orang yang tidak sesuai gender untuk menjalani kehidupan yang bebas dari bahaya.

Transphobia bisa terjadi dalam berbagai bentuk, seperti:

Buku Troubled Blood JK Rowling. (Amazon)
Buku Troubled Blood JK Rowling. (Amazon)

 

  1. Sikap dan keyakinan negatif
  2. Kebencian dan prasangka terhadap orang transgender
  3. Ketakutan dan kesalahpahaman yang tidak rasional
  4. Tidak percaya atau mengabaikan kata ganti pilihan atau identitas gender
  5. Bahaya yang menghina dan menyebutkan nama
  6. Intimidasi, pelecehan dan kekerasan

Transphobia bisa menciptakan bentuk diskriminasi yang halus maupun terang-terangan. Misalnya, orang transgender mungkin ditolak oleh suatu perusahaan, perumahan atau perawatan kesehatan.

Seseorang bisa memiliki transphobia bila sering diajarkan oleh orangtua atau lingkungan keluarganya yang mendorong ide-ide negatif tentang transgender.

Beberapa orang memiliki transphobia karena informasi yang salah atau tidak emmiliki infomrasi sama sekali tentang trasngender.

Mereka mungin tidak menyadari orang transgender atau masalah trans secara pribadi. Stres akibat transphobia pada orang transgender juga bisa membahayakan.

Para transgender yang memiliki transphobia bisa mengalami depresi, takut, isolasi, perasaan putus asa dan keinginan bunuh diri.

Terkait

Terkini